![]() |
| Salah satu kegiatan di Pasar Rakyat Morosunggingan, menciptakan sinergi yang positif. (Foto: Dok/Pasar Rakyat) |
ARTIKEL ini merupakan kesimpulan agenda "Jagongan Pasar" yang secara informal digelar di Pasar Rakyat Morosunggingan, Peterongan, Jombang, Jatim.
Jagongan Pasar yang diinisiasi oleh pegiat, kalangan muda, dan siapapun yang peduli dengan laju perkembangan desa, akan menghadirkan pejabat maupun profesional yang siap berkontribusi gagasan demi kemajuan desa.
Pasar Rakyat diproyeksikan tidak sekedar menjadi ajang tumbuh-kembang UMKM, tetapi juga menjadi ruang dialektika berupa pembelajaran bersama dalam 'berdesa'.
Baca Juga: "JUAL BELI" atau KOMPETENSI; Menyongsong Pengisian 2 Kursi Perangkat Desa
Kontrol Konstruktif
Pekan lalu, sebuah tema menarik menjadi topik jagongan. Yakni upaya memaparkan bentuk dan langkah kontrol kontruktif terhadap pemerintahan desa.
Dalam konteks demokrasi (desa adalah satuan pemerintahan "terkecil"), pemdes harus memiliki elemen kontrol yang harus 'hidup' dan konstruktif.
Dengan Dana Desa (DD) miliaran rupiah, dihadapkan pada persoalan (klasik); kompetensi kades dan perangkat, infungsional lembaga desa, apatisme publik akibat 'kejengkelan massif", maka komunitas masyarakat yang konsisten melakukan kontrol harus ditumbuhkan.
Video: Cangkrukan Bareng Kepala Balai Besar Pemdes Malang
Ruang Kontrol
Jagongan Pasar mencoba menginisiasi komunitas masyarakat tersebut. Pemdes harus dikontrol oleh warganya sendiri. Dan ruang serta saluran kritik serta kontrol kinerja pemdes harus dibangun.
Budaya kontrol kontruktif saatnya digiatkan menuju satu titik; pemdes yang lebih baik. - ce/kabar desa.
Artikel Lainnya: DAFTAR PERANGKAT...? TERNYATA BEGINI SYARATNYA!

0 Komentar