![]() |
| Iseng diskusi Festival Budaya Sungging Purbengkoro bersama Cak Nasrul Illahi (Adik Cak Nun). Foto: Dok /Ist. |
Morosunggingan, KaDes - Dalam legenda Majapahit, Sungging Purbengkoro adalah tokoh ikonik Morosunggingan. Itulah alasan penggunaan nama 'Festival Budaya Sungging Purbengkoro'.
Masih awal dan perlu pendalaman wacana lebih serius dan diskusi mendalam dengan Pemdes Morosunggingan.
Sebagai Pegiat Kebudayaan, ide ini memang telah dilontarkan secara informal kepada sejumlah pihak (Dinas / Instansi terkait), juga sejumlah Pegiat / Pelaku Budaya di Jombang, Jatim.
Baca Juga: DE'PAZZAR: LIVE TIKTOK TIAP HARI DI PASAR RAKYAT MOROSUNGGINGAN
Morosunggingan Harus Punya Agenda
Menciptakan agenda tahunan yang melibatkan semua pihak, itulah awal gagasan ini.
Sebuah agenda (mungkin tahunan) yang mampu merefleksikan aktivitas pedesaan di bidang pertanian, UMKM, kreatifitas anak muda, dan lainnya.
Pusat kegiatan menyebar di 4 dusun yang ada. Namun kegiatan pentas seni / UMKM memanfaatkan area Panggung Pasar Rakyat Morosunggingan yang telah ada.
Baca Juga: MENGGAGAS KARANG TARUNA MOROSUNGGINGAN, DIBUTUHKAN KONSEP 'VISIONER'
Apa Agendanya?
Dalam Festival Budaya Sungging Purbengkoro ini, diwacanakan akan dilakukan sejumlah kegiatan, antara lain:
1. Ekspo UMKM
2. Pentas Seni Tradisi
3. Pentas Kreasi Muda Desa
4. Ekspo Layang-layang Sungging Purbengkoro.
Mungkin tidak cukup sehari, oleh karena itu, pemantapan / pewacanaan gagasan ini harus dilakukan simultan.
Mari menuju 'Festival Budaya Sungging Pubengkoro' -cs

0 Komentar